Postingan

Kesedihanku.......

Gambar
Meski aku tegak berjalan namun ku tak tau kemana tujuan kurasa semua arah jalan telah buntu hingga beberapa kali aku harus terjatuh Mata hati ini telah mati Tak bisa membedakan antara hitam dan putih seluruh raga ini seakan tak berfungsi berulang kali ku abaikan waktu Mimpi mimpi tertawa melihatku Tak menghiraukan panggilan hati Air mata terus mengalir tanpa henti Tersekiti akan murka tuhan Beribu harapan yang telah tertunda terlintas sesaat pada fikiranku yang kosong meski terlihat senyum indah Itu sebuah kebohongan akan Kesedihanku

Tak seperti wanita

Kau tampak seperti bidadari berparas cantik, anggun dan penuh pesona Siapapun hanyut tak berdaya kau buatnya Hilangkan kesadaran dan kau memakainya dalam lubang hitam tanpa cahaya kau menari merayu hati yang tak memiliki prinsip hidup menciptakan kehidupan baru layaknya Nirwana dengan hati yang buta kau halalkan segalanya Kau slalu dipuja kaum adam yang buta hatinya berbisik menaruh pesan rahasia tak melibatkan sedikitpun sebuah logika kau memainkannya layaknya sebuah boneka

Sebuah Puisi

Gambar
Tertulis kata demi kata Tak terasa tangan ini merangkainya Sebuah kata yang memanjang tecipta Ia menyimpan sejuta makna Hati dan mata terus terkonsentrasi memandang tangan yang terus menari Sesuatu yang terpendam kini terungkap Terukir dengan tinta dan kertas putih Ini sebuah kata yang sempurna Ini sebuah kata yang slalu dikagumi Ini pesan hati yang tersembunyi Dan kini ia adalah sebuah puisi By Muh Yahya Al Bahri

Kabut Putih

Gambar
Kabut putih yang indah Meski tak begitu jelas Namun benar-benar terasa Damai dan menyejukkan hati Tak berdaya aku dibuatnya Hinga melukiskan wajah yang cerah Meski aku tak mampu menyentuhnya Dia telah mampu getarkan jiwa Ternya aku pun hanyut kedalamnya Memandangmu yang begitu sempurna Ini bukan lah di dunia nyata Namun hati benar-benar merasakannya....... Seperti kabut putih yang lembut Kini ia terjaga di alam sana Meski hanya sebuah kata kata Itu adalah kebahagian yang baru tercipta By Muh Yahya Al Bahri 17 Desember 2011

Berpeganglah pada Kesabaran

Gambar
Unjian terus ada di hadapnya Bagaikan banjir yang menimpa Baginya kesabaran adalah pegangan utama Hingga kini ia mampu  bertahan Detik demi detik tak kunjung reda terus menerpa layaknya hujan pada musimnya dan panas pada masanya terus berputar menyatu dengan jiwa Namun sabar terus ia pegang dengan erat meski tangan berdarah dan luka nanah ia telah meyakini bahwa tuhan itu ada dan akan menolongnya………… Melalui malam ia berjalan menghadap barat kearah kerumah tuhan Dengan air ia mensucikan tubuhnya mulut bergetar seraya berdo’a “Aku tak ingin jadi manusia yang sempurna Aku hanya ingin terlepas dari siksa dunia” By Muh Yahya Al Bahri

Usia dan sang waktu

      Usia dan sang waktu Layaknya sebuah sahabat sejati Tak akan pernah berpisah Mengikat janji suci Ia tek kenal apapun Yang dia tau hanyalah Satu Berjalan dan terus berjalan Mengubur dalam dalam rasa lelah Pahala dan dosa layaknya mainan Ia bercumbu menikmati alam Sesaat menghilangkan kesadaran Bagaikan raga yang tak berjiwa Usia dan sang waktu Tak pernah kembali ke langkahnya Di hadapnya hanya masa baru Dan meyakini inilah jalan hidupku By Muh Yahya Al bahri

Akhir Penantian

Ku baca dan kunikmati Puisi dan nada yang menari Sejukan hati yang sepi Merindukan dia yang pergi Entah sampai kapan seperti ini Hanya cinta sejati kan bertahan Meski waktu terus berlalu Meski sendiri slalu kunikmati Setiap malam angin melemahkan Seluruh tubuh tanpa separuh hati Waktu telah memakan tubuhku Kini aku kembali kemasa kecilku Akhir  penantianku mata meredup Dalam bayang kau menghampiri Menggenggam erat tanganku Dan kau mengajaku pergi By Muh Yahya Al Bahri